HiStats

Minggu, 11 Maret 2018

Contoh Iklan Yang Bisa Di Pasang Di Blog

Contoh Iklan Yang Bisa Di Pasang Di Blog 

Jenis-Jenis Iklan Yang Bisa Dipasang Pada Sebuah Blog  – Blogging kini menjadi aktifitas yang digandrungi oleh banyak masyarakat. Ada beberapa blogger yang menjadikan blogging sebagai hobi, tapi tidak sedikit juga yang menjadikan aktifitas blogging sebagai media untuk menghasilkan uang. Memperoleh uang dari kegitaan blogging ini disebut juga dengan monetisasi blog yang berarti metode membuat blog supaya bisa menghasilkan uang. Salah satu cara memonetisasi blog ialah dengan menempatkan iklan di blog.
Kemudian apa sajakah Jenis-Jenis Iklan Yang Bisa Dipasang Pada Sebuah Blog ? Untuk lebih jelasnya simak ulasanya berikut ini.
  1. IKLAN PPC (Pay Per Click)

Jensi iklan yang paling kerap dipasang di blog adalah iklan PPC  atau Pay Per Click. Iklan ini merupakan model iklan yang akan memberikan bayaran kepada pemilik blog ketika ada pengunjug blog yang mengklik iklan tersebut. Para blogger yang memakai iklan PPC harus membuat iklan tersebut diklik orang lain. Untuk itu biasanya pemilik blog sebisa mungkin akan menempatkan slot iklan di lokasi yang menurutnya paling strategis agar pengunjug blog mau mengklik iklan tersebut. Contoh  pengiklan jenis PPC ialah Google Adsense, Infolink, Chitika, Kliksaya, Adsensecamp dan Kumpulblogger. Dari beberapa contoh pengiklan PPC diatas, Google Adsense menawarkan tarif iklan yang lumayan besar. Tapi agar kita dapat menjadi publisher di Google Adsense dan menampilkan iklannya di blog kita tidak mudah sebab mereka melakukan seleksi yang cukup ketat.
  1. Iklan CPM (Cost Per Mille)

Jenis-Jenis Iklan Yang Bisa Dipasang Pada Sebuah Blog  adalah CPM atau Cost Per Mille. Iklan CPM adalah iklan yang membayar blogger ketika blog atau website memperoleh 1000 pageview. Iklan jenis sangat potensial di blog ataupun website yang sudah memiliki traffic yang tinggi dan pengunjung yang cukup ramai. Untuk dapat memanfaatkan iklan jenis ini maka anda perlu membangun blog anda agar dikenal dan juga dikunjungi oleh banyak orang terlebih dulu. Beberapa pengiklan CPM adalah Burts Media, Value Click, Tribal Fusion dan Cosale Media.
  1. Iklan CPA (Cost Per Action)

Jenis iklan ke tiga yang sering dipasang di blog adalah  CPA atau Cost Per Action. Ini merupakan jenis iklan yang membayar blogger ketika ada pengunjung di blog yang membeli ataupun hanya memberikan alamat emailnya setelah mengklik iklan yang ada pada blog. Tapi sayangnya iklan jenis ini biasanya hanya mempunyai nilai akuisisi yang agak rendah.
  1. Iklan PPP (Pay Per Post)

Jenis iklan yang selanjutnya  ialah PPP atau Pay Per Cost. Iklan PPP merupakan iklan yang berbentuk sebuah postingan tentang ulasan produk ataupun jasa yang ditampilkan di blog kita. Iklan ini adalah bentuk kerjasama dari pemilik blog dan pengiklan. Umumnya iklan ini bernilai tinggi dibandingkan dengan jenis iklan yang lainnya. Tapi sayangnya biasanya para pengiklan PPP hanya mau bekerjasam dengan blog-blog ataupun website yang sudah terkenal.
  1. Iklan PPD (Pay Per Download)

Iklan jenis ini umumnya membayar blogger ketika frekuensi download sudah mencapai 1000 kali. Karena iklan ini namnya iklan PPD, umumnya blog-blog yang dikejar adalah blog yang ada hubunganya dengan fitur download software, mp3, video, game dan lain-lainnya. Contoh dari iklan PPD adalah 4shared, ziddu, tusfiles dan masih banyak lainnya.
  1. Iklan Affiliate

Ini adalah jenis iklan yang bernilai cukup tinggi. Iklan ini hampir mirip dengan iklan CPA yang mana akan membayar kita jika ada pengunjung yang melakukan pembelian lewat link affiliasi  kita. Sistem pembayarannya biasanya dengan memakai sistem komisi dari hasil penjualan yang jumlahnya disesuaikan  dengan kesepakatan.  Beberapa iklan model affiliasi adalah Commission Junction, Amazon, Lazada, dan ClickBank.

Itulah beberapa Jenis-Jenis Dan Contoh Iklan Yang Bisa Di  Dipasang Pada Sebuah Blog , selain itu masih ad iklan jenis lainya yang bisa kita pasang di blog.

Alasan Beriklan Di Internet Dan Penjelasannya

Jika Anda memiliki produk yang ingin Anda jual dan bingung ingin memasang iklan? Mungkin sebaiknya Anda memasang iklan di internet. Kenapa harus memasang iklan di internet? Jawabannya gampang saja, karena media internet memberikan kemudahan-kemudahan dan fleksibilitas yang tidak akan Anda dapatkan saat memasang iklan di media lainnya. Untuk itulah Kami berikan 5 Alasan Mengapa Anda Harus Pasang Iklan di Internet, merupakan bagian dari Search Engine Marketing salah satu yang sangat terkenal dengan iklan PPC Google AdWords.

1.    Lebih Tertaget
Dengan beriklan di internet maka anda bisa mengetahui dengan sangat detail tentang calon konsumen sesua dengan profile dan target demografi yang diinginkan. Selain itu Anda juga bisa memilih agar iklan muncul untuk siapa dan berapa lama kemunculannya. Juga kemudahan untuk bisa memilih orang-orang yang melihat iklan Anda, apakah pria atau wanita, apa saja kegemarannya, berapa umurnya, kebiasaannya dalam berbelanja online, topik apa yang suka dia baca, lokasinya dimana, dan masih banyak lagi. Dengan kemampuan seperti itu maka secara otomatis Anda juga akan sangat mudah mentargetkan iklan agar lebih efektif. Tentu saja dengan menguasai dengan baik cara pasang iklan di internet secara efektif maka akan mendongkrak penjualan produk Anda.

2.    Lebih Fleksibel
Beriklan di internet  juga memberikan Anda kekuasaan penuh terhadap iklan yang Anda pasang. Katakanlah ternyata iklan tersebut salah maka Anda bisa menghentikan iklan tersebut kapan pun yang Anda mau. Anda bisa mengubah dan memperbaikinya agar sesuai keinginan. Dengan cara seperti ini Anda bisa mengantisipasi agar tidak menghambur-hamburkan uang secara sia-sia.

3.    Lebih Murah
Tahukah Anda berapa biaya memasang iklan di media televisi? Biayanya yaitu 5 juta untuk 30 detik dan ini adalah yang paling murah. Sungguh angka yang sangat fantastis bukan? Namun lain halnya dengan biaya iklan di internet yang sangat terjangkau, katakanlah dengan uang Rp 100 ribu saja Anda bisa memasang iklan di Facebook. Selain itu Anda juga bisa menyesuaikan jenis iklan apa yang muncul dan berapa lama kemunculannya. Semua hal tersebut bisa Anda atur sendiri. Semakin besar alokasi biaya iklan tentu iklan digital tersebut akan terekspose lebih luas dan lebih lama.

4.    Langit Adalah Batas Kreatifitas
 Konten-konten yang disajikan dengan beriklan di internet bisa sangat beragam. Konten tersebut Bisa berupa flash banner, text link, video ads, program affiliasi dan masih banyak lagi. Pekerjakan saja seorang desainer banner profesional maka Anda bisa membuat produk Anda menjadi jauh lebih menarik. Atau jika Anda punya dana lebih Anda bisa membuat iklan video berdurasi pendek lalu mempromosikan di sosial media. Dengan cara ini Anda bisa menekan biaya pemasaran seefektif mungkin sekaligus meningkatkan brand awarness kepada masyarakat.

5.    Bisa Anda Lakukan Sendiri
Inilah salah satu kelebihan terbaik dari iklan di internet yaitu semua bisa Anda lakukan sendiri. Anda juga bisa membuat sendiri konten yang ingin dipasang nanti. Katakanlah Anda ingin memasang iklan AdWords atau Google Display Network di Google, Facebook Ads, Yahoo, Twitter Ads, YouTube dan Anda tidak tahu caranya, Anda bisa mencari sendiri informasi di internet tentang cara memasang iklan di Facebook. Gunakan Google untuk mencari informasi yang tepat tentang cara memasang iklan di internet, cara membuat banner iklan yang menarik atau cara membuat tagline iklan. Mudah bukan? Setelah Anda membaca artikel tentang membaca 5 Alasan Mengapa Anda Harus Memasang Iklan Di Internet di atas maka segeralah take action. Atur strategi pemasaran sebaik mungkin dan pastikan produk Anda bisa bersaing untuk meningkatkan jumlah konsumen Anda. Bila iklan yang diinginkan ingin dikelola oleh profesional, agar tepat sasaran hubungi silahkan diskusikan dengan ahlinya, penyedia jasa digital marketing, mereka memiliki trick jitu agar iklan lebih efektif dan tepat sasarn.

Minggu, 04 Maret 2018

Pengertian E-Tailing Dan Contohnya Beserta tips-tips

berikut ini adalah Pengertian E-Tailing Dan Contohnya Beserta tips-tips


1. E-Tailing adalah kegiatan retail yang dilakukan secara online melalui internet. Setiap perusahaan berusaha untuk selalu mendapat informasi yang mendukung kegiatan perusahaan agar dapat berkembang secara online.
 E-Tailing dari retail (online retail) dilakukan dibeli atau dijual dalam jumlah sedikit/eceran. Contoh yang sering kita tahu situs atau perusahaan yang menggunakan e-tailing dan itu sudah sangat tterkenal didunia adalah situs www.amazon.com Produk yang cocok dengan E-Tailing itu sendiri seperti :
Hadware atau software untuk komputer
Kendaran (mobil,motor,sepeda)
Pakaian
Makanan
Buku
Dan lain-lain


2. Contoh Dari situs E-Tailing
1. www.Binekha.com
 Merupakan situs yang menjual berbagai kelengkapan komputer dengan berbagai brand

2. new.mizon.com
Merupakan situs yang menggeluti usaha penjualan buku-buku secara online. Inti usahanya adalah buku-buku islami, namun situs ini juga menyediakan buku-buku lain yang tergolong teknologi nonfiksi, sri bisnis, ataupun kategori buku yang lain.
3. www.amazon.com
Amazon.com, Inc. (NASDAQ: AMZN) adalah sebuah perusahaan perdagangan elektronik multinasional yang berkantor pusat di Seattle, Washington, Amerika Serikat. Amazon adalah pengecer daring terbesar di dunia,Perusahaan ini juga memproduksi barang elektronik konsumen termasuk pembaca buku elektronik Amazon Kindle dan komputer tablet Kindle Fire dan merupakan salah satu penyedia jasa komputasi awan besar.
Amazon memiliki beberapa situs web ritel untuk Amerika Serikat, Kanada, Britania Raya, Perancis, Jerman, Italia, Spanyol, Jepang, dan Cina, dengan pengiriman internasional sebagian produknya ke negara-negara lain. Amazon juga akan meluncurkan situs web terpisah di Polandia,Brasil,Belanda dan Swedia

3.  E-Tailing Bisnis e-tailing memerlukan pemahaman terhadap tiga konsep dasar yang dapat menentukan berhasil atau tidaknya pengembangannya, yaitu : 1. Content dari website Yaitu tampilan dan juga kemudahan yang didapatkan dari sebuah situs 2. Komunitas dalam internet Dimana setiap pelaku bisnis e-tailing harus mampu membangun komunitas khusus dalam situsnya. Komunitas yang dibangun antara lain didasarkan pada : Kesamaan hobiq Kesamaan minatq Kesamaan pengalamanq Kesamaan keperdulianq Kesamaan regional wilayah tempat tinggal, dll


itulah Pengertian E-Tailing Dan Contohnya Beserta tips-tips

Senin, 26 Februari 2018

Pengertian Supply Chain Management

Pengertian Supply Chain Management (Manajemen Rantai Pasokan) – Dalam Industri Manufakturing, Kegiatan Utamanya adalah mengkonversikan berbagai bahan mentah serta bahan-bahan pendukungnya menjadi barang jadi dan mendistribusikannya kepada pelanggan. Dengan menjalankannya kegiatan tersebut, maka apa yang disebut dengan Supply Chain atau Rantai Pasokan pada dasarnya telah terbentuk. Namun bagi sebuah perusahaan manufakturing, kegiatan Supply chain atau Rantai Pasokan ini perlu dijalankan dengan efektif dan efisien sehingga diperlukan Manajemen yang Profesional dalam pelaksanaannya. Manajemen tersebut biasanya disebut dengan Manajemen Rantai Pasokan atau Supply Chain Management yang sering disingkat dengan singkatan SCM.
Jika didefinisikan secara lengkap, maka Supply Chain Management (SCM) atau Manajemen Rantai Pasokan adalah serangkaian kegiatan yang meliputi Koordinasi, penjadwalan dan pengendalian terhadap pengadaan, produksi, persediaan dan pengiriman produk ataupun layanan jasa kepada pelanggan yang mencakup administasi harian, operasi, logistik dan pengolahan informasi mulai dari pelanggan hingga ke pemasok.
Sedangkan untuk definisi lainnya yang lebih sederhana, Supply Chain Management atau Manajemen Rantai Pasokan adalah Mekanisme yang menghubungkan semua pihak yang bersangkutan dan kegiatan yang terlibat dalam mengkonversikan bahan mentah menjadi barang jadi. Pihak yang bersangkutan ataupun kegiatan yang dimaksud tersebut bertanggung jawab untuk memberikan barang-barang jadi hasil produksi kepada pelanggan pada waktu dan tempat yang tepat dengan cara yang paling efisien.
Jadi pada dasarnya, Supply Chain Management atau Manajemen Rantai Pasokan merupakan cabang manajemen yang melibatkan Pemasok, Pabrik atau Manufakturer, penyedia logistik dan tentunya yang paling adalah pelanggan.

Proses Manajemen Rantai Pasokan

Berikut ini adalah Proses Manajemen Rantai Pasokan yang dilibatkan dalam Manajemen Rantai Pasokan atau Supply Change Magement (SCM) ini.

Pelanggan (Customer)

Pada sebagian besar industri Manufakturing, Pelanggan atau customer merupakan mata rantai pertama yang memberikan pesanan (order), terutama pada perusahaan yang berorientasi OEM (Original Equipment Manufacturer). Pelanggan memutuskan untuk membeli produk yang ditawarkan oleh perusahaan yang bersangkutan dengan menghubungi departemen penjualan (sales) perusahaan tersebut. Informasi penting yang terdapat dalam pesanan tersebut diantaranya seperti Tanggal Pengiriman Produk dan Jumlah yang diinginkan untuk Produk yang dipesannya.

Perencanaan (Planning)

Setelah Pelanggan membuat pesanan yang diinginkannya, departemen Perencanaan (Planning Dept) akan mempersiapkan Perencanaan Produksi untuk memproduksi produk yang dibutuhkan oleh Pelanggan. Pada tahap ini, Departemen Perencanaan juga menyadari akan adanya kebutuhan terhadap bahan mentah dan bahan-bahan pendukungnya.

Pembelian (Purchasing)

Setelah menerima Perencanaan Produksi, dalam hal ini adalah kebutuhan terhadap bahan mentah dan bahan-bahan pendukungnya, Departemen Pembelian atau Purchasing Department akan melakukan pemesanan bahan mentah dan bahan pendukungnya serta menetapkan tanggal penerimaan dan jumlah  yang dibutuhkan.

Persediaan (Inventory)

Bahan mentah dan bahan pendukung yang telah diterima oleh pabrik akan diperiksa kualitas dan ketepatan jumlahnya kemudian disimpan di dalam Gudang untuk kebutuhan produksi.

Produksi (Production)

Bagian Produksi akan menggunakan bahan mentah dan bahan pendukung yang dipasok oleh pemasok tersebut untuk melakukan proses produksi hingga menghasilkan barang jadi yang dibutuhkan oleh pelanggan.  Barang Jadi yang telah diproduksi ini kemudian dimasukan ke gudang dan siap untuk dikirimkan ke pelanggan sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

Transportasi (Transportation)

Departement Pengiriman atau Shipping Department akan mengatur waktu keberangkatan barang jadi (Finished Products) yang di Gudang tersebut sesuai dengan jadwal yang diinginkan oleh pelanggan.

Contoh Supply Chain Sepatu Adidas
Contoh Supply Chain Sepatu Adidas

Untuk membuat sepatu, sebuah pabrik sepatu memerlukan bahan bahan yang di perlukan dari para pemasok. Pemasok benang mendapat benang dari penghasil benang yaitu perkebunan kapas. Pemasok karet mendapat karet dari penghasil karet yaitu perkebunan karet. Pemasok kain mendapat kain dari penghasil benang, dimana penghasil benang mendapat benang dari perkebunan kapas. Pemasok busa mendapat busa dari penghasil busa. Sedangkan, Industri kardus dan kertas mendapat Kardus dan kertas dari Penghasil kardus dan kertas yaitu hutan. Di SCM ini terdapat 4 pemasok, yaitu pemasok benang, pemasok karet, pemasok kain dan pemasok busa. Kemudian 4 pemasok tersebut memberikan pasokanntya ke gudang bahan baku yang selanjutnya akan dikirim ke pabrik pembuatan sepatu untuk membuat sepatu. Setelah sepatu sudah selesai maka sepatu yang sudah jadi dikirim ke bagian pengujian sepatu untuk diuji apakah sepatu yang dibuat sudah sesuai standar atau belum.

Setelah itu, terdapat industri kardus dan kertas yang diperlukan untuk membuat kemasan (kardus) pada sepatu. Industri kardus dan kertas tersebut menyerahkan bahan baku mereka berupa kardus dan kertas ke bagian pengepakan sepatu untuk selanjutnya di buat sebuah kardus untuk mengepak sepatu yang sudah dibuat.

Setelah sepatu sudah selesai diuji di bagian pengujian sepatu, dan pengepakan sudah selesai dilakukan oleh bagian pengepakan kardus, maka sepatu dan pack (kardus sepatu) dikirim ke pabrik pengemasan sepatu untuk dikemas dan diberi label merk dan ukuran. Setelah selesai sepatu yang sudah siap dijual disimpan di gudang sepatu. Gudang sepatu berfungsi untuk menyimpan sepatu yang sudah siap jual. 

Setelah itu sepatu yang sudah siap jual dikirim ke distributor sepatu untuk selanjutnya dikirim ke toko sepatu, toko online shop, dan  pasar internasional yang pada akhirnya sepatu tersebut sampai ke tangan konsumen.

Global Supply Chain Statement Adidas mengenai Supply Chainnya, yaitu : “We have rules and guidelines that support us in integrating sustainability into our supply chain”. Ini menunjukkan bahwa dalam mengembangkan operasionalnya maka Adidas memiliki aturan serta batasan yang menjadi patokan mereka. Adidas berinovasi pada rantai pasok melalui e-commerce. Langkah awal yang dialakukan oleh Perusahaan adalah mengumpulkan orang IT yang akan mengkoordinasi jalannya e-commerce tersebut. Melalui e-commerce tersebut dia berharap Adidas dapat berkomunikasi langsung dengan customernya. Di samping itu e-commerce dapat membantu proses marketing yaitu untuk memperkenalkan produk adidas pada pelanggan. Dengan melakukan hubungan yang secara langsung dengan konsumen maka Adidas dapat dengan mudah mengetahui jenis produk yang seperti apa yang konsumen butuhkan, dan setelah itu barulah proses supply chain dilakukan.

Sumber: 
http://hanum.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/36369/SUPPLY+CHAIN+MANAGEMENT.pdf
http://digilib.unila.ac.id/178/12/BAB%20II.pdf
https://rizmarizmi.blogspot.co.id/2016/11/contoh-scm-supply-chain-management-pada.html

Contoh Dari Marketplace Dan Marketspace

Contoh Dari Marketplace Dan Marketspace

Berikut ini adalah Contoh Dari Marketplace Dan Marketspace

Contoh Dari Marketplace:
1.Tokopedia

Buat kamu yang sering nonton tv atau bermain di dunia maya, pasti nama ini sudah gak asing lagi deh. Pemasaran marketplace yang satu ini sangat gencar dilakukan dan iklannya juga menarik jadi mudah untuk diingat. Marketplace ini merupakan penguasa pasar lokal Indonesia setelah berhasil mengalahkan 2 raksasa marketplace sebelumnya, yaitu Plasa.com milik Telkom-ebay dan Multiply milik MIH. Sejak berdiri pada tahun 2009 hingga sekarang, Tokopedia sudah memiliki lebih dari 770 ribu produk dan telah menjual total 13,4 juta barang pada tahun 2014. Dipimpin oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison, marketplace ini berada di ranking 32 se-Indonesia berdasarkan ranking Alexa.

2.BukaLapak


BukaLapak adalah pesaing berat dari Tokopedia. Kedua marketplace ini adalah contoh dari marketplace yang telah berhasil menembus persaingan dengan marketplace lainnya dan menjadi salah satu marketplace paling populer di Indonesia. Website yang didirikan oleh Achmad Zaky ini sudah memiliki lebih dari 400 ribu barang aktif. Jumlah transaksinya dalam satu hari sudah mencapai angka Rp500 juta. Saat ini BukaLapak tidak hanya bisa diakses dengan website saja, tetapi juga melalui aplikasi mobile, sehingga memudahkan penggunanya. BukaLapak ada di posisi ke 43 di Indonesia berdasarkan ranking Alexa.

3.Shopee

Bagi yang belum tahu apa itu Shopee, aplikasi ini merupakan wadah belanja online yang lebih fokus pada platform mobile sehingga orang-orang lebih mudah mencari, berbelanja, dan berjualan langsung di ponselnya saja.

Shopee sendiri telah diluncurkan secara terbatas pada awal 2015 di kawasan Asia Tenggara, termasuk Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina dan Taiwan. 

Platform ini menawarkan berbagai macam produk, dilengkapi dengan metode pembayaran yang aman, layanan pengiriman yang terintegrasi dan fitur sosial yang inovatif untuk menjadikan jual beli menjadi lebih menyenangkan, aman, dan praktis.

Chief Executive Officer Shopee, Chris Feng, mengatakan bahwa Shopee merupakan platform belanja online yang mengusung konsep sosial, di mana penggunanya tak hanya berfokus jual beli saja, tetapi juga bisa berinteraksi sesama pengguna lewat fitur pesan instan secara langsung.


Contoh Dari Marketspace

Contoh e-Marketplace yaitu :

1.Private Store on Seller’s Sites

Ciri-ciridari jenis ini adalah memiliki penjual tunggal, banyak pembeli, sedikit produk, dan harga yang tetap.

2.Customer Portals

Ciri-ciri dari Customer portals yaitu memiliki beberapa penjual, banyak pembeli, catalog based, dan harga tetap.

3.Independent Industry Marketplaces

Ciri-ciri Independent industries marketplace yaitu memiliki banyak penjual, banyak pembeli, terdapat tawar-menawar, dan harganya tidak pasti.

4.Consortia-sponsored Marketplaces

Ciri-ciri Consortia-sponsored marketplaces yaitu memiliki sedikit pembeli, banyak penjual, pembeli memiliki kontrol, dan harga tetap.

5.Private Company Marketplaces


Ciri-ciri private company marketplaces yaitu memiliki satu pembeli, banyak penjual, dapat memberi penawaran pada pembeli tertentu. 


Sumber: Google

Perbedaan Antara MarketPlace & MarketSpare

Perbedaan Antara MarketPlace & MarketSpare

Marketspace adalah arena di internet, tempat bertemunya calon penjual dan calon pembeli secara bebas seperti layaknya di dunia nyata (marketplace). Mekanisme yang terjadi di marketspace pada hakekatnya merupakan adopsi dari konsep “pasar bebas” dan “pasar terbuka”, dalam arti kata siapa saja terbuka untuk masuk ke arena tersebut dan bebas melakukan berbagai inisiatif bisnis yang mengarah pada transaksi pertukaran barang atau jasa.dengan menggunakan marketspace penjual dan pembeli berinteraksi dalm dunia maya internet.
Meskipun tidak dibatasi dan bersifat global, market space ini mempunyai banyak keuntungan antara lain : 
  • Persaingan tanpa melihat modal,karena harga untuk membuat marketspace sangat murah bahkan gratis,contoh mya memasarkan produk menggunakan blog
  • Tidak terkendala letak yang strategis,karena dalam marketspace internet yang diutamakan adalah kemudahan akses, menarik dan SEO yang bagus
  • Meminimalisir biaya produksi
  • Memudahkan dunia luas mendapatkan produk kita,karena internet telah digunkan lebih dari 2 milyar orang diseluruh dunia
  • Memanjakan konsumen ,karena tanpa beranjak dari tempat duduknya konsumen dapat menjelajahi dan berbelanja via internet.
  • Barang yang dijual lebih variatif.
Kelemahan marketspaces
  • Pembeli terkadang lama dalam menerima barang hasil transakasi.
  • Seringnya terjadi kejahatan internet.
  • Perlu adanya tambahan biaya untuk alat-alat khusus sperti koneksi internet, modem, dan sebagianya.
Komponen e-marketspace: 
  • Consumer ( Konsumen).
  • Seller ( Penjual).
  • Barang (Berupa Fisik atau Digital)
  • Front-End
  • Mitra Bisnis ( Intermediaries)
  • Dukungan Pelayanan (Support Services)
  • Infrastruktur
  • Back End
Contoh dari marketspace antara lain : 
  • Amazon.com
  • E-bay.com
  • Bhinneka.com 
Faktor sukses e-market:
• Karakteristik Produk
  – Tipe Produk
  – Harga Produk
  – Ketersediaan Standar Produk
  – Informasi Produk
• Karakteristik Industri
  – Diperlukan Broker
  – Intellegent System boleh menggantikan Broker
• Karakteristik Penjual
  – Konsumen akan mencari penjual dengan harga yang murah
  – Volume Rendah dengan margin keuntungan transaksi yang lebih tinggi

• Karakteristik Pembeli
  – Pembeli yang sesuai dengan selera
  – Pembeli yang seperti pasien / selalu butuh
  – Pembeli yang menganalisa

Kesimpulannya dengan adanya marketspace,banyak pengusaha yang diuntungkan dengan manfaat market space yang menggiurkan,apalagi prospek masa depan internet sebagai kendaraan marketspace yang sangat cerah

Pengertian E-Marketplace:

Suatu lokasi diInternet, di mana suatu  perusahaan dapat memperoleh atau memberikan informasi,
mulai  transaksi pekerjaan, atau bekerja sama dalam pekerjaan apapun. 

Kelebihan marketplaces
- pembeli dan penjual bisa bertransaksi secara langsung.
- transaksi lebih jelas dan kecurangan dalam bisnis kemungkinannya kecil.

Kelemahan marketplaces:
- tidak efisien waktu dan tempat.
- pembeli dan penjual tidak bisa melakukannnya dalam jarak jauh, mereka harus bertemu langsung.

Jenis-jenis E-Marketplace:
  • Private E-Marketplace : Pasar online yang dimiliki atau dikelola oleh satu perusahaan (Perusahaan tersebut mempunyai kendali atas setiap transaksi di dalam pasar tersebut)
Sell-side E-Marketplace
Sebuah private e-marketplace dimana satu perusahaan menjual produk untuk perusahaan yang memenuhi syarat.
Buy-side E-Marketplace
Sebuah private e-marketplace dimana satu perusahaan membuat pembelian dari pemasok yang diundang

  • Public E-Marketplace : Pasar online yang dimiliki atau dikelola oleh pihak ketiga yang independen.
Pertimbangan bergabung ke dalam E-Marketplace:
• ownership E-Marketspace
• Costs
• Ease To Use / Support
• Industry Fit
• Marketplace Participation
• Security / Privacy
• Other Sevice
• Process Integration

Jadi itulah penjelasan dan Perbedaan Antara MarketPlace & MarketSpare

Sumber: 



http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/120017-T%2025409-Pemasaran%20baru-Tinjauan%20literatur.pdf



http://budimultimedia.files.wordpress.com/2012/10/pertemuan-2.pdf

Minggu, 18 Februari 2018

Kendala Pemanfaatan E-Commerce

Menurut survey yang dilakukan oleh CommerceNet para pembeli / pembelanja belum menaruh kepercayaan kepada e-commerce, mereka tidak dapat menemukan apa yang mereka cari di e-commerce, belum ada cara yang mudah dan sederhana untuk membayar. Di samping itu, surfing di e-commerce belum lancar betul. Pelanggan e-commerce masih takut ada pencuri kartu kredit, rahasia informasi personal mereka menjadi terbuka, dan kinerja jaringan yang kurang baik. Umumnya pembeli masih belum yakin bahwa akan menguntungkan dengan menyambung ke Internet, mencari situs belanja (shopping), menunggu unduh (download) gambar, mencoba mengerti bagaimana cara memesan sesuatu, dan kemudian harus takut apakah nomor kartu kredit mereka di ambil oleh hacker. Tampaknya untuk meyakinkan pelanggan ini, e-merchant harus melakukan banyak proses pemindaian (scanning) pelanggan. Walaupun demikian Gail Grant, kepala lembaga penelitian di CommerceNet meramalkan sebagian besar pembeli akan berhasil mengatasi penghalang tersebut setelah beberapa tahun mendatang. Grant mengatakan jika saja pada halaman Web dapat dibuat label yang memberikan informasi tentang produk dan harganya, akan sangat memudahkan untuk mencari (search engine) menemukan sebuah produk secara online. Hal tersebut belum terjadi memang karena sebagian besar merchant ingin agar orang menemukan hanya produk mereka tapi bukan kompetitor-nya apalagi jika ternyata harga yang diberikan kompetitor lain lebih murah. Untuk sistem bisnis-ke-bisnis, isu yang ada memang tidak serumit di atas, akan tetapi tetap ada isu-isu serius. Seperti para pengusaha belum punya model yang baik bagaimana cara mensetup situs e-commerce mereka, mereka mengalami kesulitan untuk melakukan sharing antara informasi yang diperoleh online dengan aplikasi bisnis lainnya. Masalah yang barangkali menjadi kendala utama adalah ide untuk sharing informasi bisnis kepada pelanggan dan penyalur (supplier) hal ini merupakan strategi utama dalam sistem e-commerce bisnis ke bisnis. Kunci utama untuk memecahkan masalah adalah merchant harus menghentikan pemikiran bahwa dengan cara menopangkan diri pada Java applets maka semua masalah akan solved, padahal kenyataannya adalah sebetulnya merchant harus merestrukturisasi operasi mereka untuk mengambil keuntungan maksimal dari ecommerce. Grant mengatakan, “Ecommerce is just like any automation – it amplifies problems with their operation they already had.”